|
There are no translations available.
Eugene Yohanes Palaunsoeka adalah sosok yang tidak asing lagi untuk kalangan DYC. Dia adalah orang yang turut berjasa dalam beberapa kegiatan DYC. Pada suatu hari di waktu yang lalu, pria kurus yang biasa dipanggil Anes ini mengirimkan sms kepada beberapa rekan DYC yang dikenalnya. Kabar yang disampaikan adalah adanya pameran lukisan yang diadakan oleh KPK. KPK yang ini adalah Komunitas Perupa Kalimantan, bukan yang sering didemo massa di Kuningan itu. Kabar itu juga yang kemudian diteruskan kepada anggota group Dayak Youth Community di Facebook.
Anes, pria Dayak Taman yang tinggal di Pontianak ini bercita-cita untuk mengadakan pameran tunggal bila karya yang dihasilkan sudah cukup banyak. Pelukis yang kali ini ‘hanya’ memamerkan 2 karyanya itu bukan berarti hanya menghasilkan sedikit. Kedua lukisan burung enggang kaya warna dengan media pastel dan cat minyak itu dibuatnya hanya beberapa hari sebelum pameran.
“Lukisan yang ini mana ya?” Tanya seorang pengunjung kepada Anes sambil menunjuk lukisan berjudul Dayakisme di buku katalog.
“Wah yang itu sudah ada yang ambil.” Katanya sambil tertawa.
“Baru mau kumpulkan lagi sekitar 30-an untuk pameran tunggal.” Lanjutnya lagi.
Anes merencanakan pameran tunggalnya yang pertama di Kota Kuching, baru kemudian dilanjutkan di Indonesia. Kota Kuching dipilih karena apresiasi budaya Dayak di kota ini cukup tinggi dan letaknya tidak terlalu jauh dari Pontianak, kota tempatnya bermukim saat ini. Komunitas Muda Dayak di Jakarta juga akan diundang untuk menghadiri pameran perdananya. <Sylvana Toemon>
Bookmark with:
|