|
There are no translations available.
Tidung
Mendengar kata ‘Tidung’ pasti kita semua berpikiran tentang pulau kecil tempat nyebur dan bermain air di Kepulauan Seribu. Apalagi untuk para anak muda yang tinggal di Jakarta, kalau belum pernah main ke Tidung artinya gak gaul. Tidung yang konon kabarnya memiliki pesona yang menghipnotis ini sudah menawan hati banyak orang. Ditambah lagi dengan kecanggihan jaman sekarang yang membuat pesona Pulau Tidung makin menancap di hati, cerita dan foto-foto keindahannya wara-wiri di berbagai situs internet.
Untuk sebagian yang tidak berminat akan wisata yang membuat kulit legam, kata ini mungkin mengingatkan pada indra penciuman penyangga kacamata atau bahkan pada lagu yang dinyanyikan dengan merdu oleh Om Chrisye Rahadi.
Di antara kita, Komunitas Muda Dayak ini, adakah yang sadar bahwa Tidung ada juga di Kalimantan. Suku Tidung adalah suku yang mendiami Kalimantan Timur bagian utara. Suku Tidung bersama Suku Dayak Bulusu bersama mendiami Kabupaten Tana Tidung.
“Suku Tidung kebanyakan memeluk agama Islam, kebudayaannya dipengaruhi oleh Kebudayaan Melayu” demikian penjelasan dari Bpk Drs. Mochsin Achkam, M.Si, sekretaris kabupaten Tana Tidung. Hal ini sangat terlihat dari kesenian yang disajikan pada acara di Taman Mini tanggal 18 Juli 2010 yang lalu. Pakaian, tarian dan musik yang disajikan terlihat jelas pengaruhnya.
“Ayo datang ke Tidung, banyak tempat wisatanya juga….ada air terjun 7 tingkat” ajak model pakaian pengantin di acara fashion show setelah acaranya selesai.
“Memang perjalanannya agak susah, harus naik speedboat dari Balikpapan. Kalau penginapan, nginap sajalah di rumah kami.” Kali ini seorang ibu yang anggota tim sukses jalannya acara itu menawarkan keramahan dengan logat Melayu yang kental.
Adakah dari kita komunitas muda Dayak yang lebih mengenal Tidung di Kalimantan dibandingkan dengan yang di Kepulauan Seribu?
Bookmark with:
|