Di suatu siang yang terik segerombolan bule melakukan kudeta pada sebuah panggung kecil di Taman Mini Indonesia Indah. Mereka mengambil alih organ tunggal yang sebelumnya menyanyikan lagu dangdut merana. Ada yang memainkan musiknya, ada yang menyanyi dan ada yang menari. Mereka menarikan tarian salsa.
“Pasti mereka dari Amerika Latin” kata seorang ibu kepada keponakannya.
“Iya keliatan banget dari salsanya” kata keponakan yang diajak ngomong.
“Dari body ama mukanya lagi...miss universe banget” kata seorang pria ikut menimpali.
Para turis bule itu sudah ketahuan darimana asalnya tanpa harus menunjukkan kartu identitas atau paspor. Mereka dengan bangga menari dan menyanyi tanpa kenal malu. Tarian itu juga menjadi identitas mereka selain wajah. Identitas yang diakui dengan suatu kebanggaan.
Bagaimana dengan kita sebagai Komunitas Muda Dayak? Apakah yang bisa kita tunjukkan sebagai identitas kita? Identitas yang bisa kita tunjukkan dengan bangga? Sebagai Orang Dayak (atau keturunan Dayak) yang telah lama tinggal di Jakarta dan sekitarnya, mungkin pengetahuan kita tentang Kalimantan sebagai pulau asal Orang Dayak sangat minim. Bertutur kata pun tampaknya lebih banyak menggunakan bahasa gaul dan Bahasa Inggris daripada Bahasa Dayak. Menari? Lebih gak tau lagi. Hal ini terjadi karena banyaknya keterbatasan untuk lebih mengenal Budaya Dayak.
Perlu lebih diperhatikan oleh kita sebagai kalangan muda, Suku Dayak tidak hanya terdapat di Kalimantan yang menjadi bagian dari Indonesia. Sebagian kecil ada juga di negeri tetangga kita, Malaysia. Sebagian kecil yang mungkin berdampak lebih besar pada dunia karena perhatian yang lebih besar. Relakah kita bila budaya kita diakui oleh negara lain?
Apakah kita hanya bisa bereaksi dengan menyumpah dan marah? Tunjukkan juga kalau kita juga berperan serta dalam pelestarian budaya kita, misalnya dengan mempelajari kesenian Dayak. Beberapa anjungan Kalimantan di Taman Mini Indonesia Indah membuka sanggar yang dibuka untuk siapa saja yang mau belajar. Informasinya ada di bawah ini.
Anjungan Kalimantan Tengah Nama Sanggar: Namuei Yang dilatih dan diajarkan: tari, musik (perkusi & kecapi), teater. Latihan rutin: Rabu & Jumat pukul 15.00 WIB Kontribusi: Iuran Rp 10.000/ bulan, kaos Rp 30.000 Contact person: Aat (081383658469) & Febby (085880079858)
Anjungan Kalimantan Barat Nama Sanggar: Borneo Khatulistiwa Yang dilatih dan diajarkan: tarian Latihan rutin: Kamis & Minggu pukul 15.00 WIB Sanggar ini juga menyediakan kostum dengan mengganti biaya perawatan. Contact person: Juki (085880498984)
Anjungan Kalimantan Timur Untuk sementara belum ada sanggar di Anjungan Kalimantan Timur. Ada beberapa sanggar yang berlatih di luar anjungan. Informasinya akan diberitahukan kemudian.